Pengertian Harta dan Macam-Macam Harta

1. PENGERTIAN HARTA

Dalam bahasa arab harta disebul المال diambil dari kata مال, يميل ميلا yang berarti condong, cenderung dan miring. Dikatakan condong, cenderung dan miring karena secara tabi’at, manusia cenderung ingin memiliki dan menguasai harta. Dalam definisi ini Sesuatu yang tidak dikuasai oleh manusia tidak bisa dinamakan harta seperti burung diudara, pohon dihutan, dan barang tambang yang masih ada dibumi. Dalam Mukhtar al-Qamus dan kamus al-Muhith, kata al-maal berarti ’apa saja yang dimiliki. Dalam Mu’jam al-Wasith, maal itu ialah segala sesuatu yang dimiliki seseorang atau kelompok, seperti perhiasan, barang dagangan, bangunan, uang, dan hewan. Pengertian secara etimologi diartikan segala sesuatu yang menyenangkan manusia dan mereka pelihara, baik dalam bentuk materi maupun dalam manfaat. Sedangakan secara terminologi harta adalah segala sesuatu yang digandrungi manusia dan dapat dihadirkan pada saat diperlukan. Berbagai macam pendapat tentang pengertian harta:

PENDAPAT ULAMA PENDAPAT ULAMA HANAFIYAH

المال كل مايمكن حيازتُه واخرازُه وينتفع به عادةً Harta adalah segala sesuatu yang dapat diambil, disimpan dan dapat dimanfaatkan. Þ Sesuatu yang layak dimiliki menurut syarat serta dapat dimanfaatkan, disimpan/dikuasai dan bersifat konkret Yang dimaksud dengan layak dimiliki menurut syarat ialah sesuai dengan syari’at atau ketentuan. Misalnya seorang muslim tidak layak memiki babi karena babi itu haram Yang dimaksud dengan dapat dimanfaatkan ialah bahwa harta itu mempunyai kegunaan dan mempunyai nilai, misalnya sebutir beras itu tidak bisa dimanfaatkan karena tidak memiliki nilai dan tidak ada kegunaannya Yang dimaksud dengan disimpan dan dikuasai ialah bahwa harta itu berada dalam pada orang yang memiliki harta itu bukan pada orang lain atau sebagainya. Misalnya kayu dihutan yang tidak ada kepemilikannya tidak disebut harta karena tidak dibawah kekuasaanya Yang dimaksud bersifat konkret artinya harta itu nampak dan berwujud, sesuatu yang tidak berwujud tidak tidak disebut harta. Misalnya manfaat dari suatu benda seperti mendiami sebuah rumah dan mengendarai kendaraan tidak disebut harta karena manfaat itu tidak berwujud, hanya manfaat bisa dimiliki. Sehingga dalam pandangan ulama hanafiyah yang dimaksud dengan mal ialah 4 kriteria yang telah disebutkan tadi dan ulama hanafiyah membedakan antara hak milik dengan harta. Sementara jumhur ulama tidak membedakannya. Þ Ulama hanafiyah membedakan antara Hak milik dengan harta 1. Hak Milik adalah sesuatu yang dapat digunakan secara khusus dan tidak dicampuri penggunaannya oleh orang lain, 2. Harta adalah segala sesuatu yang dapat disimpan untuk digunakan ketika dibutuhkan, dalam penggunaannya bisa dicampuri orang lain. sesuatu yang digandrungi tabiat manusia dan memungkinkan untuk disimpan hingga dibutuhkan atau bisa juga harta adalah segala sesuatu yang dapat disimpan untuk digunakan ketika dibutuhkan, dalam penggunaannya bisa dicampuri oleh orang lain, maka menurut Hanafiah yang dimaksud harta hanyalah sesuatu yang berwujud (a’yam).

JUMHUR ULAMA SELAIN HANAFIYAH

Harta adalah segala sesuatu yang memiliki nilai, dan diwajibkan ganti rugi atas orang yang merusak atau melenyapkannya.

Þ Madzab Maliki mendefinisikan hak milik menjadi dua macam. Pertama, adalah hak yang melekat pada seseorang yang menghalangi orang lain untuk menguasainya. Kedua, sesuatu yang diakui sebagai hak milik secara ’uruf (adat).

Þ Madzab Syafi’i mendefinisikan hak milik juga menjadi dua macam. Pertama, adalah sesuatu yang bermanfaat bagi pemiliknya; kedua, bernilai harta.

Þ Hambali juga mendefinisikan hak milik menjadi dua macam. Pertama, sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi; kedua, dilindungi undang-undang. Dari 4 madzab tersebut dapat disimpulkan tentang pengertian harta/hak milik: • Sesuatu itu dapat diambil manfaat • Sesuatu itu mempunyai nilai ekonomi • Sesuatu itu secara ’uruf (adat yang benar) diakui sebagai hak milik • Adanya perlindungan undang-undang yang mengaturnya.

Þ مَايَميلُ اليهِ الطَبْعُ وَيَجْرِى فِيه البَذْلُ وَالْمَنْعُ Sesuatu yang diinginkan manusia berdasarkan tabi’atnya, baik manusia itu akan memberikannya atau akan menyimpannya.

Þ كل عينٍ ذَاتٍ قيمةٍ مَادِّيَّةٍ مُتَدَاوِلَةٍ بَين الناسِ Segala zat(‘ain )yang berharga, bersifat materi yang berputar diantara manusia. Dari definisi di atas, terdapat perbedaan mengenai esensi harta. Oleh Jumhur Ulama dikatakan, bahwa harta tidak saja bersifat materi, tetapi juga termasuk manfaat dari suatu benda, karena yang dimaksud adalah manfaat, bukan bendanya. namun ulama hanafi berpendapat bahwa pengertian harta hanya bersifat materi, manfaat menurut mereka termasuk ke dalam pengertian milik. Berarti milik berbeda dengan harta.

PENDAPAT AHLI

Þ PENDAPAT TM HASBY ASSIDIQY

Nama selain manusia, yang diciptakan Allah untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, dapat dipelihara pada suatu tempat dan dikelola dengan jalan ikhtiar. .Sesuatu yang dapat dimiliki oleh setiap manusia, baik oleh seluruh manusia maupun oleh sebagian manusian. .Sesuatu yang sah untuk diperjual belikan. Sesuatu yang dapat dimiliki dan mempunyai nilai. . Sesuatu yang berwujud, maka sesuatu yang tidak berwujud sekalipun dapat diambil manfaatnya tidak termasuk harta seperti manfaat. . Sesuatu yang dapat disimpan dalam waktu yang lama atau sebentar dan dapat diambil manfaatnya ketika dibutuhkan. Þ Konsekuensi logis dari rumusan harta menurut Hasbi ash-Shiddiqy di atas ialah; manusia bukanlah harta sekalipun berwujud, babi bukanlah harta karena bagi muslim babi haram diperjualbelikan dan sebiji beras juga bukan harta, karena sebiji beras tidak memiliki nilai (harga) menurut ’urf. ¨

FUNGSI HARTA DALAM ISLAM

1. Berfungsi untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah yang khas.

2. Untuk meningkatkan keimanan (ketakwaan) kepada Allah, sebab sebuah kefakiran cenderung mendekatkan diri kepada kekufuran.

3. Untuk meneruskan kehidupan dari satu periode ke periode berikutnya.

4. Untuk menyelaraskan (menyeimbangkan) antara kehidupan dunia dan akhirat.

5. Untuk mengembangkan dan menegakkan ilmu-ilmu.

6. Untuk menumbuhkan silaturahmi.

2. Macam-Macam harta dan hukum yang terkait

1. Harta Mutaqawwim dan Ghair Mutaqawwim Harta Mutaqawwim adalah sesuatu yang boleh diambil manfaatnya menurut syara’. Atau semua harta yang baik jenisnya maupun cara memperoleh dan penggunaanya. Harta Ghair Mutaqawwim adalah sesuatu yang tidak boleh diambil manfaatnya, baik jenisnya, cara memperolehnya maupun cara penggunaanya.

Faedah Pembagian 1. Sah dan Tidaknya Aqad 2. Tanggung Jawab Ketika Rusak

2. Mal Mitsli dan Mal Qimi Harta Mitsli adalah benda-benda yang ada persamaan dalam kesatuan-kesatuannya, dalam arti dapat berdiri sebagaimana di tempat yang lain tanpa ada perbedaan yang perlu dinilai. Harta Qimi adalah benda-benda yang kurang dalam kesatuan-kesatuannya karena tidak dapat berdiri sebagian di tempat sebagian yang lainnya tanpa ada perbedaan.

Faedah Pembagian Menurut hanafiyah Pada harta qimmi tidak terjadi Riba jika ada tambahan sebab harta qimmi tidak ditimbang. Seperti dibolehkannya menjual satu kambing dengan dua kambing. Adapun pertambahan pada mitsli dipandang riba Jika merusakan harta mistli maka wajib mengganti dengan harta yang sama dan sempurna atau mendekati barang yang dirusak. Adapun pada harta qimmi, orang yang merusaknya dicukupkan mengganti dengan harta yang senilai dengan harta yang dirusak tersebut.

3. Harta Istihlak dan harta Isti’mal Harta Istihlak adalah sesuatu yang tidak dapat diambil kegunaanya dan manfaatnya secara biasa kecuali dengan menghabiskannya. Harta Istihlak terbagi menjadi dua, yaitu: Istihlak Haqiqi adalah suatu benda yang menjadi harta yang secara jelas (nyata) zatnya habis sekali digunakan.Istihlak Buquqi adalah suatu harta yang sudah habis nilainya bila telah digunakan tetapi zatnya masih tetap ada. Harta Isti’mal adalah sesuatu yang dapat digunakan berulanag kali dan materinya tetap terpelihara. Harta isti’mal tidaklah habis dengan satu kali menggunakan tetapi dapat digunakan lama menurut apa adanya.

Faedah Pembagian Dalam aktivitas ekonomi. Harta istihlaqi digunakan pada berbagai macam aqad yang dimaksudkan untuk merusaknya, seperti meminjamkan makanan. Adapun harta isti’mali digunakan dalam beragam aqad seperti sewa menyewa dan pinjam-meminjam. Dan ada juga aqad untuk maksud kedua-duanya yaitu jual beli.

4. Harta Manqul dan Harta Ghair Manaqula Harta Manqul adalah segala harta yang dapat dipindahkan (bergerak) dari satu tempat ke tempat lainya baik tetap ataupun berubah kepada bentuk yang lainnya seperti uang, hewan, benda-benda yang ditimbang atau diukur Harta Ghair Manaqul adalah sesuatu yang tidak bisa dipindahkan dan dibawa dari satu tempat ke tempat lain.

Faedah Pembagian Menurut Ulama Hanafiyah Tidak sah waqaf kecuali pada harta aqar atau sesuatu yang ikut kepada harta aqar, sebaliknya jumhur ulama membolehkan waqaf dengan harta aqar dan manqul.

Daftar Pustaka

Basjir, Ahmad Azhar, Asas-Asas Hukum Mu’amalat, Perpustakaan Fak. Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 1988.

Hasan, Muhammad Ali, Berbagai Macam Transaksi dalam Islam, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2003.

About these ads

2 thoughts on “Pengertian Harta dan Macam-Macam Harta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s