Contoh Pemrograman Visual Basic

LOGIKA PEMROGRAMAN

MICROSOFT VISUAL BASIC

Pertama klik START → ALL PROGRAM→ Masuk Microsoft Visual Basic.

Kita akan langsung masuk ke dalam program Microsoft Visual Basic yang berisi beberapa sub menu yang berisi menu dengan icon-icon dan ada general menu.

Kali ini saya akan menyelesaikan 2 tugas Visual Basic.

Dalam tugas ini banyak menggunakan iconListBox,Label,Command Button yang ada pada general menu di sebelah kiri dalam program Microsoft Visual Basic.

TUGAS

Pertama kita masuk ke dalam Microsoft Visual Basic pasti akan muncul kotak dengan berbagai pilihan fungsi dari icon-icon.

Kita pilih dan klik Standart exe.

Setelah sudah dalam Standart exe akan muncul lagi 2 buah kotak yaitu Project 1 dan Form 1 dan kita akan mengerjakan nya dalam Form 1.

Dalam kotak Form 1 Buat Label sebanyak 5 buah dan ListBox 1buah, kemudian buat juga Command Button 1 kali dengan cara klik kiri,klik pada kotak Form 1,tahan dan tarik ke bawah. Kita atur Label dan ListBox dengan rapih.

Pada Label 1 ganti nama nya dengan DAFTAR HARGA BUKU MAJALAH GUDABO, Label 2 ganti dengan BUKU dan MAJALAH dan Label 3,4,5 di kosongkan, terakhir ganti Command Button dengan PLAY. Semua itu dapat di ganti dengan mengubah nama caption yang terdapat pada Properties Command yang terdapat di sebelah kanan dalam program Microsoft Visual Basic.

Klik 2 kali pada ListBox atau klik 2 kali pada PLAY dan akan muncul kotak Project1-Form1 (Code).

Pada Private Sub Command 1_Click ( ) isi

Select Case List1.Text

Case “MAJALAH TRUBUS”

Label3 Caption = List1.Text

Label4 Caption = “Harga Rp.15.000”

Label5 Caption = “Terima Kasih”

Case “KOMIK CONAN”

Label3 Caption = List1.Text

Label4 Caption = “Harga Rp.25.000”

Label5 Caption = “Terima Kasih”

Case “BUKU BELAJAR MENGAJI”

Label3 Caption = List1.Text

Label4 Caption = “Harga Rp.30.000”

Label5 Caption = “Terima Kasih”

Case “TABLOID PULSA”

Label3 Caption = List1.Text

Label4 Caption = “Harga Rp.6.000”

Label5 Caption = “Terima Kasih”

Case “MAJALAH HIDAYATULLAH”

Label3 Caption = List1.Text

Label4 Caption = “Harga Rp.40.000”

Label5 Caption = “Terima Kasih”

End Select

End Sub

Private Sub Form_Load( )

List1.AddItem “MAJALAH TRUBUS”

List1.AddItem “KOMIK CONAN”

List1.AddItem “BUKU BELAJAR MENGAJI”

List1.AddItem “TABLOID PULSA”

List1.AddItem “MAJALAH HIDAYATULLAH”

End Sub

Lalu close Project1-Form1 (Code) dan klik ► (logo play dalam musik) maka akan keluar hasilnya dan label 3,4,5 akan terisi dengan data-data yang telah tertulis dalam form.

Dan tugas pun telah selesai.

Advertisements

Kultum “9 Cara Syetan Menyesatkan Manusia”

9 CARA SYETAN MENYESATKAN MANUSIA

Setan memang tidak bisa terlihat oleh manusia namun manusia bisa mengenali setan lewat metode – metode yang dia gunakan untuk menyesatkan manusia.

Berikut cara – cara yang digunakan oleh setan untuk menjauhkan manusia dari kebenaran :

  1. Menjadikan sesuatu yang mungkar nampak baik atau indah Kemungkaran, hakikatnya mempunyai nama, bentuk dan akibat yang sangat buruk. Karenakeburukannya tak ada manusia yang mau melakukannya, tapi berkat usaha setan menutupinya dengan kebaikan dan menghiasinya dengan keindahan, membuat manusia tak segan – segan untuk melakukannya. “Wahai Tuhanku, karena engkau telah menetapkan aku sesat, maka aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS Al Hijr 39) Setan adalah penipu ulung sekaligus entrepreneur handal yang sangat paham cara mempromosikan barang dagangannya. Dia bungkus racun mematikan dengan kemasan madu yang menyehatkan.
  2. Menamai perbuatan maksiat dengan nama – nama yang disenangi Dengan memberi nama yang disukai manusia pada kemaksiatan maka sisi keburukan dankekejiannya tertutupi. Nama yang disukai tentu akan menjadi daya tarik…menjadi iklan yang membuat manusia penasaran ingin mencoba. Setanlah yang memberi nama pohon yang dilarang Allah untuk didekati dengan nama pohon khuldi (pohon kekekalan). Allah menceritakannya di dalam Al Qur’an : “Kemudian setan membisikkan pikiran buruk kepadanya dengan berkata, ‘Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (pohon kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?’” (QS Thoha 120) Dia bisikkan kepada manusia agar menamai riba sebagai bunga, berpose telanjang, menariseronok sebagai seni, memamerkan aurat tanpa rasa malu sedikitpun sebagai kontes ratu kecantikan dlsb.
  3. Menamai perbuatan baik dengan nama yang tidak disukai Kebenaran mempunyai pancaran cahaya yang terang. Andai kebenaran itu disajikan apaadanya tanpa dijelek – jelekkan bentuknya, niscaya jiwa manusia akan segera menghampirinya, pandangan dan pendengaran mereka akan tertuju padanya. Oleh karena itulah, setan berusaha menggambarkan kebenaran dengan bentuk yang jelek dan rupa yang buruk, serta menyebutnya dengan sebutan yang tidak disukai. Setanlah yang membisikkan kepada kafir Quraisy untuk menjuluki Rasulullah saw dengan julukan penyihir, dukun, penyair yang terkena sihir dan julukan lain yang membuat orang tidak suka dengan beliau. “Dan orang – orang zalim itu berkata, ‘Kalian semua tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.’”(QS Al Furqon 8 ) Setan pula yang membisikkan kepada bala tentaranya agar menamai orang – orang yang berpegang teguh dengan petunjuk Nabi saw dan menjadikan sunnah – sunnah beliau sebagai jalan hidup dengan sebutan orang yang fanatik. Para wanita yang memegang teguh perintah Tuhannya dan senantiasa berdiam di rumah mereka sebut kuper. Jilbab yang sesuai syariat mereka namai kemah berjalan.
  4. Menakut – nakuti manusia dengan kemiskinan dan penderitaan Kemiskinan, kesengsaraan dan penderitaan adalah hal yang sangat di takuti manusia. Dan setan tahu itu, sehingga dia gunakan ketakutan – ketakutan tersebut untuk menyesatkan manusia. “Setan itu menjanjikan kemiskinan kepada kalian.”(QS Al Baqarah 268) Setanlah yang menakut – nakuti pengikut – pengikut Fir’aun agar tidak menerima ajaran Nabi Musa dan Nabi Harun. “Sesungguhnya dua orang ini adalah benar – benar ahli sihir yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihir mereka dan hendak melenyapkan kedudukan kalian yang terpandang.”(QS Thoha 63). Begitu pula yang terjadi pada penduduk Madyan. “Sungguh, jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu (menjadi) orang – orang yang merugi.”(QS Al A’raf 90). Setan tampakkan kemiskinan dan kekurangan harta dimata manusia agar orang – orang enggan membayar zakat dan bersedekah.
  5. Masuk ke dalam hati manusia melalui perkara yang paling disenangi Itulah pintu yang paling mudah untuk dimasuki setan karena jika sudah berhadapan dengan hal – hal yang menyenangkan seringkali manusia menjadi lupa diri hingga tidak sadar telah disesatkan oleh setan. Bentuk – bentuk kesenangan itu ada beberapa macam, “Diri manusia dihiasi kecintaan kepada wanita, anak – anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang – binatang ternak dan sawah ladang.”(QS Ali Imran 14) Setan biasa dan bisa menggunakan kesenangan – kesenangan tersebut sebagai senjata untuk menaklukan manusia dalam kesesatan. “Sepeninggalku tidak ada bahaya ditengah – tengah manusia yang lebih berbahaya bagi laki– laki daripada bahaya perempuan.”(HR Muslim, Ahmad, Nasa’i) “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah bersepi – sepi dengan wanita yang tidak sedang bersama mahramnya, karena pihak ketiganya adalah setan.”(Muttafaqun‘alaih)
  6. Menyesatkan manusia secara bertahap.Sangat mustahil setan mendatangi manusia, lalu secara spontan mengatakan, “Lakukanlah perbuatan maksiat ini atau nikmatilah perbuatan mungkar ini!” Setan akan mendekati manusia dengan cara bertahap, sedikit demi sedikit dan selangkah demi selangkah. Dimulai dari pandangan, berubah jadi senyuman, lalu menjadi percakapan, terus melakukan janjian dan akhirnya menjadi sebuah pertemuan. Seperti itulah kira – kira langkah – langkah yang dilakukan setan. Allah swt memperingatkan : “Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah – langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah – langkah setan, maka (dia akan jatuh dalam perbuatan yang dilarang), karena sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.”(QS An Nur 21)
  7. Menghalangi manusia dari jalan kebenaran.Setan telah berikrar kepada Allah untuk menggoda dan menyesatkan umat manusia agartidak ada lagi hamba – hamba yang mengagungkan dan menyembah Allah. “Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menetapkan saya tersesat, maka saya benar – benar akan (menghalang – halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).””(QS Al A’raf 16-17) Setan menyerang dari berbagai arah dari depan, belakang, kanan dan kiri manusia. Menurut para ulama dari depan berarti dari sisi dunia, dari belakang berarti dari sisi akhirat, dari arah kanan berarti dari sisi kebaikan – kebaikan dan dari arah kiri berarti dari sisi kejelekan –kejelekan manusia. Ibnu Abbas r.a berkata, “Setan tidak mengatakan dari atas mereka,karena dia mengetahui bahwa Allah ada di atas mereka.”
  8. Menampakkan diri sebagai pemberi nasihat bagi manusia.Tidak mungkin setan berkata, “Lakukan kemaksiatan agar kamu mendapat siksa yang pedih.” Setan akan selalu mengklaim dirinya sebagai pemberi nasihat yang baik. Itu pulalah yang dikatakannya kepada Adam as saat dia membujuk agar Adam dan Hawa mau memakan buah khuldi. “Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.’”(QS Al A’raf 21)
  9. Meminta bantuan kepada setan dari jenis manusia. Bila setan telah lelah dan merasa tidak mampu menyesatkan orang – orang yang mempunyai keimanan yang kuat, ia akan meminta bantuan kepada penolong – penolong dari kalangan manusia untuk mewujudkan keinginannya. “Sesungguhnya setan membisikkan kepada kawan – kawannya agar mereka membantah kalian. Jika kalian menuruti mereka sesungguhnya kalian tentu menjadi orang – orang musyrik.”(QS Al An’am 121). Setan yang berwujud manusia biasanya lebih berat dihadapi daripada setan dari kalangan jin. Karena bisa saja manusia tersebut adalah orang terdekat kita.

 

Akhirnya, untuk menghalau setiap godaan setan sebaiknya seseorang memiliki 3 hal :

  1. Mempunyai ilmu agama. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Orang berilmu lebih tangguh dihadapan setan daripada seribu ahli ibadah (yang kurang ilmu).”
  2. Taubat dan minta ampun.
  3. Banyak mengingat Allah. Baik lewat zikir, sholat maupun do’a. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari godaan setan yang terkutuk.

Kultum “Rakus Harta”

RAKUS HARTA

Rasulullah SAW bersabda kepada Hakim bin Hizam, “Wahai Hakim, sesungguhnya harta itu indah menggoda. Barang siapa yang tidak mengambilnya dengan rakus, maka ia akan mendapati berkah. Dan, barang siapa yang mengambilnya dengan rakus, maka ia tidak akan mendapati berkah, dan ia seperti orang makan yang tidak merasa kenyang.” (HR Bukhari dari Hakim bin Hizam)

Setiap orang ingin memiliki harta dunia. Ini fitrah manusia. Dan, Allah SWT tidak melarang manusia untuk memiliki harta dunia. Bumi dengan segala isinya memang Allah SWT sediakan bagi manusia. Allah SWT tidak pandang orang, baik yang beriman maupun tidak, dipersilakan untuk menikmati bumi dan isinya.

Manusia sendiri adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Dalam konteks ini, manusia sama dengan makhluk-makhluk Allah SWT yang lain. Manusia memiliki hak, tetapi ia juga mempunyai kewajiban terhadap Sang Penciptanya. Dalam masalah harta dunia, manusia berhak mencari sebanyak-banyaknya semaksimal yang bisa ia dapatkan. Tetapi, manusia juga memiliki kewajiban untuk taat kepada Allah SWT yang menyuruh manusia untuk hanya mencari harta dengan jalan yang halal dan tidak merugikan orang lain.

Selain halal dan tidak merugikan orang lain, manusia oleh Allah SWT juga diimbau untuk tidak rakus dengan harta dunia. Karena, orang yang rakus biasanya tidak menghiraukan rambu-rambu yang telah Allah SWT buat. Kerap kali bahkan rambu-rambu itu malah diterjang sehingga langkah yang ditempuh untuk mendapatkan harta itu sudah lepas dari jalan yang halal. Tidak hanya itu, bahkan akhirnya kerap kali merugikan orang lain. Harta yang didapatkannya pun hilang keberkahannya. Dan, harta yang hilang keberkahan tidak akan membawa manfaat pada orang yang bersangkutan.

Ketika manusia sudah tidak lagi sekadar menginginkan harta dunia, bahkan mereka ingin menguasai semuanya, berarti ia sudah terkena penyakit rakus yang sangat dibenci Allah SWT. Rasulullah SAW mengibaratkan orang ini dengan orang yang makan, namun tidak kenyang-kenyang. Selalu dan selalu ingin mendapatkan yang lebih daripada apa yang didapatkannya tanpa menghiraukan orang lain yang banyak ia rugikan. Apa yang ia dapatkan? Bisa jadi hartanya bertambah banyak. Tetapi, tidak dengan keberkahannya.

Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk tidak hanyut dan tergoda dengan kemilau harta dunia karena ia kerap kali menjerumuskan manusia pada jurang penderitaan. Allah SWT sudah mengatur rezeki setiap manusia. Rasulullah SAW pernah ditawari oleh Allah SWT dengan Gunung Uhud yang akan diubah-Nya menjadi emas untuk beliau. Namun, beliau menolaknya. Beliau tidak tergoda harta dunia, apalagi sampai rakus mendapatkannya. Wallahu a’lam.

Kultum “Manfaat Sedekah”

MANFAAT SEDEKAH

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Alhamdulillahi robbil ‘alamin. washolatu wassalamu ‘ala asrofil mursalin, wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in. ‘amma ba’du.

Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita masih dapat menikmati anugrah terindah-Nya berupa kesehatan dan kebahagiaan. Shalawat serta salam mudah-mudahan selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang.

Jamaah sholat  tarawih yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pada kesempatan yang berbahagia ini, judul kultum yang saya bawakan adalah tentang Manfaat Sedekah dan Ancaman Bagi Yang Menolak ZIS (Zakat Infaq Sedekah).

Golongan Yang Berhak Menerima Zakat

Sebenarnya siapa sih yang berhak menerima zakat? Mustahiq zakat atau orang-orang yang berhak menerima zakat terdiri dari 8 golongan, sesuai dengan firman Allah dalam Surat At-Taubah Ayat 60.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (orang yang berjihad) dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At-Taubah: 60)

Ancaman Bagi Yang Menolak Membayar Zakat

Selain kita diperintahkan melaksanakan zakat, Allah dan Rasulullah juga mengancam orang-orang yang menolak menunaikan ZIS (Zakat Infaq Sedekah).

Allah SWT memperingatkan orang yang menolak membayar zakat dengan berfirman, “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (At-Taubah: 34-35)

Begitu pedih ancaman dari Allah bagi orang-orang yang menolak membayar zakat harta bendanya.

Mengenai ancaman tersebut, Rasulullah SAW juga bersabda, “Tidak seorangpun yang memiliki simpanan, kemudian ia tidak mengeluarkan zakatnya, pasti akan dipanaskan simpanannya itu di atas jahanam, dijadikan cairan panas yang diguyurkan di lambung dan dahinya, sehingga Allah berikan keputusan di antara para hamba-Nya di hari yang lama seharinya sekitar lima puluh ribu tahun, sampai diketahui ke mana perjalanannya, ke surga atau neraka.” (HR. Asy-Syaikhani)

Begitu bunyi sabda Rasulullah SAW yaitu simpanannya akan dipanaskan dan dijadikan cairan yang diguyurkan di lambung dan dahinya selama lima puluh ribu tahun.

Dalam hadist lain, Rasulullah SAW juga bersabda, “Demi Allah, kalau seandainya mereka tidak mau membayar zakat  walaupun hanya berupa anak unta betina yang di masa Rasulullah mereka selalu membayarkannya, niscaya akan kuperangi mereka karena pengingkarannya tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist tersebut, Nabi Muhammad akan memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat.

Perintah Sedekah

Dalam Surat At-Taubah ayat 103, Allah berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah: 103)

Allah berfirman, “Hai orang – orang yg beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yg pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang – orang kafir itulah orang – orang yg zalim.” (Al Baqarah : 254)

Yang dimaksud Syafaat di atas ialah usaha perantara dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Melalui ayat diatas Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya supaya menginfakkan sebagian dari apa yang telah Dia karuniakan kepada mereka dijalan-Nya, yaitu jalan kebaikan.

Di dalam Al-Qur’an termaktub hendaklah kita menyedekahkan sebagian dari harta yang kita miliki. Entah berapa kali kata ‘sebagian’ itu disebutkan.

Jika ‘sebagian kecil’ berarti sekitar 5-10%

Jika ‘setengah’ berarti 50%

Jika ‘sebagian besar’ berarti sekitar 60-90%

Nah, dalam surat-surat diatas disebutkan ‘sebagian’ dari harta kita yang berarti berkisar antara 20-40%.

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman : Hendaklah mereka mendirikan Sholat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (Ibrahim : 31)

Manfaat Sedekah

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261)

Artinya, minimal 700 kali lipat ganjaran dari Allah SWT bagi siapa pun yang membelanjakan hartanya di jalan Allah.

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada ALLAH pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjaranya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” ( QS. 57:18 ).

Nabi berpesan, “Tidaklah berkurang harta dikarenakan sedekah!”

Khalifah Abu Bakar Shidiq pernah bersedekah 100% dari hartanya.

Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, “Pancinglah rezeki dengan bersedekah”.

Terdapat jamu manjur 4-in-1 : jamu tolak bala, jamu galian rezeki, jamu enteng jodoh, jamu sehat perkasa. Apakah jamu itu? Ya jamu sedekah. Dapat menolak bala, memudahkan rezeki, memudahkan jodoh, dan memelihara kesehatan.

Sedekah itu pasti dibalas. Itulah janji Allah. Berapapun sedekah pasti dibalas dan dilipatgandakan. Tidak jadi soal apakah ikhlas ataupun tidak, beriman ataupun tidak. Buktinya banyak hartawan yang dermawan menjadi semakin kaya padahal mereka atheis yang hampir tidak ada istilah ikhlas dan iman. Padahal tujuan mereka bersedekah kadang cuma untuk mengangkat merk dan mengurangi pajak.

Bill Gates dan Warren Buffet Dua orang terkaya di muka bumi telah mendermakan 50% harta mereka. Sampai saat ini kekayaan mereka tidak berkurang.

Donald Trump, ketika bangkrut pada tahun 1990-an, malah membagi-bagikan hartanya yang masih tersisa. Sampai hari ini kekayaanya malah bertambah.

Bahkan malaikat pun bisa disogok dengan sedekah. Pernah diriwayatkan, dahulu Nabi Ibrahim pernah diberitahun oleh Malaikat Maut bahwa sahabatnya akan meninggal keesokan harinya. Itulah takdirnya. Ternyata keesokan harinya si pemuda masih hidup dan terus hidup sampai usia 70 tahun. Apakah yang menyebabkan dia tidak meninggal? Nabi Ibrahim menanyakan penyebabnya kepada Malaikat Maut, maka dijawab oleh Malaikat Maut, “Memang aku hendak mencabut nyawanya, namun malam itu ia menyedekahkan setengah hartanya. Lalu Allah pun mengubah takdirnya. Allah memanjangkan umurnya.”

Zakat untuk menjaga harta, dan sedekah dapat meningkatkan harta. Misalkan harta kita Rp. 100, jika kita tidak sedekah nilainya akan merosot, jika kita berzakat akan tetap menjadi Rp 100, sedangkan sedekah akan meningkat lebih dari Rp 100. Bisa dibilang, zakat itu proteksi dan sedekah itu investasi.

Demikin sedikit kultum singkat yang saya berikan, semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf.

Akhirul kalam, Billahi Fissabilhaq, Fastabiqul Khoirot.

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Inspirasi dan Contoh Profesional Bekerja dalam Islam

1.    Bekerja dengan Ilmu dan Pemahaman

قَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ: ”  وَمَنْ عَمِلَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ “

Umar bin Abdul Aziz mengatakan : Barang siapa yang beramal tanpa ilmu, maka akan merusak lebih banyak dari pada memperbaiki “ (HR Baihaqi )

2.    Bekerja dengan Disiplin
Kisah tiga sahabat yang tidak ikut berperang dalam medan Tabuk dan menerima sanksi (QS At-Taubah 118)
Kisah Nabi Sulaiman dan Burung Hud-Hud ( QS An-Naml )

3.    Bekerja dengan Perencanaan :
Pemilihan sahabat sesuai dengan potensinya
Musyawarah dan Konsultasi Rasulullah SAW sebelum menjalankan keputusan besar
Filsafat Anjuran Sahur dalam Berpuasa

4.    Bekerja dengan Target yang Jelas :
Perintah untuk Sholat Ashar di Bani Quroidhoh
Larangan untuk menyelesaikan Al-Quran kurang dari tiga hari :

« لاَ يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِى أَقَلَّ مِنْ ثَلاَثٍ ».

Rasulullah SAW bersabda : Tidak akan paham, mereka yang membaca al-Quran kurang dari tiga hari “ (Sunan Abu Daud)

5. Bekerja di Awal Pagi
Rasulullah SAW berdoa dalam sabdanya : “ Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi harinya “. Beliau juga senantiasa mengirim pasukan di awal pagi sebagai langkah awal kesuksesan.
Kisah pedagang sukses Madinah bernama Sokhr Al Ghomidi (HR Ahmad)

6.    Bekerja dengan Teliti dan melakukan pencatatan
Larangan penulisan Hadits di awal masa Rasulullah SAW
Anjuran Islam untuk melakukan pencatatan transaksi keuangan (QS Al Baqoroh 268)

7.    Bekerja dengan Menggunakan Teknologi dan Metodologi:
Filsafat Persiapan Jihad dalam Surat Al-Anfal 60 :
“ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah”(QS Al Anfal).

 

Risiko Hukum (Studi Kasus BMT)

Fadhli Adhitya Ramadhika

20110730080

Risiko Hukum yaitu risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hokum, ketiadaan aturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sah nya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna. (Gita Danupranata, Manajemen Perbankan Syariah, hal. 222)

Tinjauan Manajemen Risiko dalam Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) dengan bentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah

Manajemen risiko dalam Baitul Maal Wat Tamwil dengan bentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). Sebagai salah satu Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang diatur keberadaannya melalui undang-undang, KJKS mempunyai usaha inti dan bergerak dalam kegiatan simpan pinjam. Mengumpulkan dana dari masyarakat berupa jasa simpanan dan memberikan jasa pembiayaan dengan segmentasi khusus masyarakat pada skala usaha dan kebutuhan konsumsi klasifikasi menengah kecil. Berhadapan dengan risiko tentu merupakan satu hal yang harus dihadapi namun demikian hanya lembaga yang sudah menerapkan manajemen risiko dengan baik yang dapat mewujudkan kesempatan menjadi keuntungan.

Segala bentuk entitas yang menjalankan bisnis mau tidak mau pasti dihadapkan pada kemungkinan untuk mengalami masalah yang berpangkal tolak dari dan kepada hukum. Merupakan sebuah keuntungan ada label syariah yang menaungi KJKS, sehingga paling tidak niat untuk berbuat baik selalu dikedepankan dalam menghadapi beda pendapat. Permasalahan hukum bisa berasal dari arah mana saja yang kadang kurang diprediksi di awal. Bisa jadi akibat pembiayaan bermasalah yang akhirnya membutuhkan penyelesaian melalui jalur litigasi ketika proses musyawarah dan parate eksekusi tidak dapat dilaksanakan. Di pihak lain aspek legalitas lembaga merupakan suatu pondasi dasar yang harus ditegakkan ketika lembaga tidak ingin bermasalah dan terjerembab dalam ranah hukum karena ketidaklengkapan legalisasi yang dimiliki. Perlu dipertimbangkan secara khusus karena dalam kurun waktu terakhir ini persoalan legalitas kerap sekali membawa lembaga bisnis yang berbentuk koperasi ke meja hijau. Ambiguisitas terhadap permasalahan status anggota dengan adanya status abadi calon anggota juga merupakan persoalan yang akan selalu terus menerus dialami karena memang perundangan yang dianut mengisyaratkan bahwa yang dapat dilayani adalah anggota, namun pada prakteknya sangat tidak mungkin kalau hanya melayani anggota dan dapat dipastikan lembaga tidak akan pernah bisa maju kalau hanya melayani anggota saja. Gugatan yang dialamatkan kepada lembaga dapat pula menjadi perkara yang berbahaya seandainya hal ini tidak dapat diprediksi sebelumnya. Salah satu sebab munculnya gugatan kepada lembaga adalah ketika tidak lengkapnya penilaian yang dilakukan terhadap jaminan. Lembaga menerima jaminan sebuah sertifikat tanah yang berdiri di atasnya bangunan. Namun bangunan tersebut dibangun bukan oleh pemilik tanah namun oleh pihak ketiga, sehingga ketika tanah akan dieksekusi pemilik bangunanpun yang merasa membangun mengajukan gugatan kepada lembaga. Permasalahan hukum bisa juga terjadi karena pengikatan agunan yang tidak sempurna. Tanah, kembali menjadi sebuah contoh kasus; sebuah pembiayaan menggunakan tanah sebagai jaminannya. Tanah tersebut masih atas nama orang tua peminjam. Tidak ada tanda tangan lepas waris dari saudara sekandung seperti yang telah dipersyaratkan. Ketika pembiayaan menjadi bermasalah dan akan dieksekusi agunannya, timbul sengketa dan gugatan dari saudara kandung lainnya tatkala mereka menyangkal bahwa mereka setuju tanah orang tua mereka dijaminkan oleh saudaranya. Dan masih banyak lagi contoh kasus yang dapat timbul dan bermuara kepada permasalahan hukum.

http://www.emicsyariah.com/2012/03/tinjauan-manajemen-risiko-dalam-baitul.html

Risiko Strategi

Fadhli Adhitya Ramadhika

20110730080

Bagi perbankan Indonesia pada umumnya, risiko strategik dinilai kurang mendapatkan tempat yang istimewa jika dibandingkan dengan 3 risiko utama lainnya, yaitu: risiko kredit, risiko pasar ataupun risiko operasional. Hal ini disebabkan oleh sifat risiko strategik yang kualitatif dan belum bakunya metodelogi pengukurannya. Namun bukan berarti Bank dapat menganggap remeh risiko ini, karena jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan kerugian yang signifikan bagi Bank dan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan.

Hal ini pernah terjadi pada Midland Bank ditahun 1981 silam. Bank yang berpusat di Inggris raya ini harus menelan kerugian sekitar U$ 1,7 Miliar setelah memperluas bisnisnya, dengan masuk ke bisnis kredit perumahan (yang belum pernah dimiliknya), dengan cara membeli (akuisisi) bank lain (Bank Crocker). Keputusan ini bersifat strategis (sehingga terkait risiko strategis), karena keputusan ini bersifat jangka panjang, pada bisnis yang baru (belum berpengalaman), serta terkait pada permasalahan akuisisi yang kompleks, misalnya masalah perbedaan budaya bisnis di kedua bank tersebut. Dan yang masih segar adalah kasus Goldman Sachs dan Morgan Stanley yang terpaksa menjadi bank komersial setelah gagal akibat merugi di sub-prime mortgage. Dan bukan tidak mungkin kasus Midland Bank, terjadi pada perbankan Indonesia. Bank yang high regulated, tidak bisa menganggap enteng risiko strategik ini.

Risiko Strategi adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi bank yang tidak tepat pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya bank terhadap perubahan eksternal. (Gita Danupranata, Manajemen Perbankan Syariah, hal. 222). Risiko strategik berhubungan dengan keputusan-keputusan bisnis jangka panjang seperti Bisnis mana yang akan dikembangkan, atau bisnis mana yang menjadi prioritas utama, bahkan termasuk bisnis mana yang akan diakuisisi dan bisnis mana yang akan ditutup atau dijual.

Untuk mewujudkan tercapainya tujuan atas strategi yang telah dicanangkan tersebut, dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, kebutuhan sumber daya untuk pencapaian strategi, kualitas implementasi, keterpaduan saluran komunikasi, sistem operasi, jaringan distribusi dan kapasitas serta kemampuan manajerial. Oleh karena itu sebelum risiko strategik menjadi populer seiring populernya merger atau akuisisi Bank dan krisis keuangan global, jangan anggap remeh Risiko Strategik.

avartara.com/jangan-remehkan-risiko-strategik

Kesaksian Boediono Kasus Bank Century

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dalam kesaksiannya di persidangan kasus bailout Bank Century mengaku tidak tahu pengucuran dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) senilai Rp 6,7 triliun yang dikucurkan BI melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Laporannya saya lihat ada, tapi saya tidak tahu pengucurannya,” ujar Boediono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Terkait adanya penambahan PMS dari Rp 6,7 triliun dan Rp 1,2 triliun, Boediono juga mengaku tidak tahu. Ia mengetahui ada perubahan dari koordinator Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). “Saya mengetahui ada pembahasan dengan sekretaris KSSK, ini ada perubahan angka,” ujarnya.

Soal alasan adanya perubahan dana menjadi Rp 6,7 triliun dan tambahan Rp 1,2 triliun, kata Boediono, adalah kesalahan pemahaman. Bukan penambahan anggaran. “Ini mungkin penegertian yang tidak pas apa yang disebut dengan penjaminan uang simpanan oleh nasbah di bank.” 

“Itu oleh LPS dijamin selama mereka (nasabah) bayar premi. Nasabah yang memiliki simpanan di bawah Rp 2 miliar akan dijamin apapun yang akan terjadi. Itu jaminan LPS kepada bank, kapada nasabahnya. Kemudian ada jalur PMS untuk menyelamatkan Bank Century yang jumlahnya Rp 6,7 triliun dan Rp 1,2 triliun. Itu jalurnya lain, aturannya juga lain,” papar Wakil Presiden itu.

Perubahan dana talangan PMS suatu bank, kata Boediono, sangat tergantung perkembangan bank terkait dalam perkembangan proses likuidasi. “Jadi kalau dalam krisis apapun yang kita anggap sebagai perkiraan keputusan untuk menutup likuditias itu tentatif itu tergantung perkembangan setalah berikutnya, setelah diputuskan.”

“Misalnya, berapa orang yang akan mengambil uang dan sebagainya. Tahap pelaksanaannya LPS-lah yang menentukan. Tingkat itulah yang dimaksud,” sambung Boediono.

Pada 30 Oktober 2008 terkait permohonan repo aset Bank Century, yang dianggap tidak layak diberi bantuan dana talangan atas rekomendasi Bank Indonesia, Boediono juga mengaku tidak tahu. “Saya tidak ingat detail. Tapi mungkin dia perifer pada aturan FPJP,” ujarnya.

Boediono menegaskan, terkait pengucuran dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) itu adalah masalah teknis operasional. Maka itu yang mengetahui pengucuran dana secara persis adalah KSSK yang kemudian diserahkan kepada LPS. “Saya katakan KSSK yang putuskan, itu kemudian diserahkan kepada LPS untuk diserahkan.”

“Kalau tidak ada penetapan tidak bisa. Artinya, bank itu harus tetap hidup sampai dijual, yang memutuskan KSSK, diserahkan kepada LPS, tapi KSSK memutuskan bank bahwa Bank Century berdampak sistemik,” pungkas Boediono.

Kesaksian JK Kasus Bank Century

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagai saksi terdakwa Budi Mulya dalam kasus korupsi bailout Bank Century. Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan JK mengingat saat bailout terjadi JK menjabat sebagai Wakil Presiden sekaligus Presiden Et Interim. 

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Jumat (9/5/2014) dini hari, dalam kesaksiannya JK mengaku tidak diberitahu soal rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 20 dan 21 November 2008 silam. Bahkan JK menampik menerima SMS dari Sri Mulyani terkait rapat KSSK. 

Terkait keputusan memberikan bailout kepada Bank Century, JK tidak pernah memberikan arahan untuk mengucurkan dana.

Selain itu JK juga mengungkapkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun hanya menyetujui pemberian penjaminan terbatas bukan penjaminan penuh atau blanket guarantee. 

Persidangan kasus korupsi Bank Century masih akan berlanjut, pada Jumat 9 Mei 2014 dengan menghadirkan Wakil Presiden Boediono sebagai saksi. Boediono ketika itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional

Surat Edaran ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendukung terwujudnya sistem perbankan yang sehat dan mampu bersaing secara nasional maupun internasional, sehingga dibutuhkan suatu struktur permodalan Bank untuk menyerap risiko yang dihadapi sesuai standar internasional yang berlaku. Oleh karena itu mengacu pada standar internasional yang berlaku, risiko operasional merupakan salah satu risiko yang perlu diperhitungkan dalam perhitungan kecukupan modal selain risiko kredit, risiko pasar, dan risiko-risiko lainnya yang bersifat material.

 

Sesuai Pasal 31 Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, yang menyebutkan bahwa Bank wajib memperhitungkan ATMR untuk Risiko Operasional dalam perhitungan KPMM dengan menggunakan :

 

a. Pendekatan Indikator Dasar (Basic IndicatorApproach);

b. Pendekatan Standar (Standardized Approach); dan/atau

c. Pendekatan yang lebih kompleks (Advanced Measurement Approaches).

Untuk penerapan tahap awal, perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional wajib dilakukan dengan menggunakan Pendekatan Indikator Dasar (PID).

 

a. perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional dengan menggunakan PID dilakukan sebesar 12,5 x beban modal Risiko Operasional (adalah rata-rata dari penjumlahan Pendapatan Bruto (gross income) tahunan dari Januari sampai dengan Desember selama 3 tahun terakhir yang positif) dikali 15%.

 

Perhitungan beban modal Risiko Operasional dalam menghitung ATMR untuk Risiko Operasional dilakukan secara bertahap sebagai berikut :

 

a. Sejak tanggal 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010, perhitungan beban modal Risiko Operasional ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir.

 

b. Sejak tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 31 Desember 2010, perhitungan beban modal Risiko Operasional ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir.

 

c. Sejak tanggal 1 Januari 2011, perhitungan beban modal Risiko Operasional ditetapkan sebesar 15% (lima belas persen) dari rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir.

 

Untuk memantau kesiapan Bank, sejak berlakunya Surat Edaran ini Bank hendaknya melakukan simulasi perhitungan KPMM dengan memasukkan perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional.

sumber: http://www.bankmandiri.info/2012/09/se-bi-tentang-atmr-risiko-operasional.html

lebih jelas perhitungan risiko operasional bisa dilihat di http://belajarperbankangratis.blogspot.com/2012/09/metode-perhitungan-risiko-operasional.html