Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

“Mengapa Gagasan Ekonomi Islam Muncul?”

 

Pemikiran ekonomi Islam dimulai sejak Muhammad dipilih menjadi Rasul, beliau mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut dengan kemaslahatan ummat, selain masalah hukum, politik juga masalah ekonomi atau mu’amalat. Masalah ekonomi rakyat menjadi perhatian Rasulullah karena masalah itu merupakan pilar penyangga keimanan yang harus diperhatikan, hal ini terbukti dengan adanya Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, rasulullah bersabda yang artinya :

“Kemiskinan membawa kepada kekafiran.”

Maka upaya memberantas kemiskinan merupakan bagian dari kebijakan Rasulullah S.A.W. Selanjutnya kebijakan-kebijakan Rasulullah menjadi pedoman oleh pada penggantiNya yaitu Khulafa al Rasyidin dalam memutuskan kebijakan-kebijakan ekonomi. Al Qur’an dan Hadist menjadi sumber dasar sebagai teori ekonomi.

Pada masa pemerintahan Rasulullah, perkembangan ekonomi tidaklah begitu besar dikarenakan sumber-sumber yang ada pada masa itu belum begitu banyak. Sampai tahun ke empat hijriah, pendapatan dan sumber daya negara masih sangat kecil. Kekayaan pertama datang dari banu Nadar, suatu suku yang tingggal di pinggiran Madinah. Kelompok ini masuk dalam kawasan madinah tetapi mereka melanggar perjanjian bahkan berusaha untuk membunuh Rasulullah. Masalah kemiskinan yang terjadi ini menimbulkan berbagai pendapat bahwa kebutuhan dunia tentang ekonomi ini sangat penting.

Pengertian ilmu ekonomi itu sendiri adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang bagaimana individu atau masyarakat memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas menggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas. Didunia ini pernah ada dua sistem ekonomi yaitu ekonomi kapitalisme dan ekonomi sosialisme. Ekonomi kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berasaskan kepentingan pribadi, dimana nilai produksi dan konsumsi semata-mata untuk menggaet profit. Sistem kapitalisme sama sekali tidak mengindahkan kesejahteraan sosial, kepentingan bersama, kepemilikan bersama ataupun yang semacamnya. Asas kapitalisme adalah kepuasan sepihak, alias setiap keuntungan adalah milik pribadi. Tujuan kapitalisme yang hanya berasas pada biaya produksi yang murah dan keuntungan yang tinggi realitanya berkebalikan dengan Islam, yang menganjurkan agar seorang muslim tidak sekedar menimbun uang dan menghimbau agar menyedekahkannya untuk kemaslahatan sosial, kapitalisme justru akan membentuk tatanan masyarakat yang egois, materialis dan konsumeris. Dengan kata lain, kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negara berkembang.

Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini. Kegagalan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya.

Sementara ekonomi sosialisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, dan lain sebagainya. Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial. Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme antara lain Lebih mengutamakan kebersamaan, Peran pemerintah sangat kuat, Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.  Dalam praktiknya, sebuah sistem ekonomi yang diterapkan guna mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tidak lepas dari dua sisi yang bertolak belakang, yaitu kelebihan dan kekurangannya. Demikian juga dalam sistem ekonomi sosialisme. Diantara kelebihan sistem ekonomi sosialisme adalah disediakannya kebutuhan pokok bagi masyarakat, hal itu didasarkan perencanaan negara, dan semua hasil produksi akan dikelola oleh negara. Sedangkan kekurangan sistem ekonomi sosialisme antara lain; kebebasan ekonomi yang terbatas, hak dan kemampuan individu kurang dihargai, menurunnya semangat dan gairah untuk berkreasi dan berinovasi, pemerintah cenderung bersikap otoriter, dan terabaikannya pendidikan moral masyarakat.

Namun ilmu ekonomi yang menggunakan sistem kapitalisme dan sosialisme itu dianggap belum menghasilkan kemashlahatan bagi ummat dan masyarakat sehingga muncul filosofi tentang ilmu ekonomi islam, Ilmu ekonomi Islam adalah ilmu yang membahas perihal ekonomi dari berbagai sudut pandang keislaman (filsafat, etika dan lain-lain) terutama dari aspek hukum atau syariahnya. Dan menurut pendapat lain ilmu ekonomi islam adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan bahagia dunia dan akhirat. Menurut M. A. Mannan, Ilmu Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

Ini tidak berarti ekonomi Islam hanya diproyeksikan untuk orang-orang yang beragama Islam, karena Islam memperbolehkan umatnya untuk melakukan transaksi ekonomi dengan orang-orang non Muslim sekalipun. Hanya saja, tentu Islam menghendaki agar umat Islam sendiri justru menjadi pelopor dan pengawal dari sistem ekonomi itu sendiri yang dimilikinya. Islam memiliki dan mempersembahkan konsep-konsep pemikiran ekonomi yang filosofis, nilai-nilai etika ekonomi yang moralis, dan norma-norma hukum ekonomi yang tegas dan jelas.

Didalam Ekonomi Islam ada beberapa aspek penting yang mempengaruhi yaitu aqidah syariah dan akhlak. Ketiganya menjadi satu kesatuan dan menjadikan Ekonomi Islam merubah paradigma perekonomian yang selama ini sudah berjalan. Ada beberapa karakteristik Ekonomi Islam yang dimunculkan untuk menggantikan system perekonomian yang selama ini sudah berjalan, salah satunya yaitu, Ekonomi Islam berlandaskan Al-Quran, Hadist dan Ijtihad, berpandangan dunia holistic dan balance, memandang manusia sebagai kholifatulllah fil ardh (Homo Islamicus), Pola hubungan muamalah didasarkan pada asas kemitraan, tiadanya transaksi berbasis bunga, Mengakui kompetisi pelaku pasar dengan tetap mengedepankan maslahat, dan Meminimalkan transaksi yang berisiko dan bersifat spekulatif.

Jadi mengapa gagasan Ekonomi Islam ini muncul? Karena terjadinya kemiskinan pada jaman rasullullah dan sangat menyengsarakan banyak umat dan masyarakat, karena masalah itu merupakan pilar penyangga keimanan yang harus diperhatikan. Lalu ekonomi yang digunakan pada waktu itu adalah ekonomi kapitalisme dan sosialisme, yang mempunyai pengertian ekonomi kapitalisme adalah system ekonomi yang berasaskan kepentingan pribadi, dimana nilai produksi dan konsumsi semata-mata untuk mendapatkan profit sedangkan ekonomi sosialisme adalah  sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Dimana kedua sistem ekonomi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing namun kekurangannya selalu lebih dominan dan bukan termasuk alternatif untuk mensejahterakan ummat atau mayarakat sehingga muncul pemikiran-pemikiran ekonomi islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s