Kekecewaan Sri Mulyani terhadap Data dari Bank Indonesia Kasus Bank Century

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, berkali-kali melontarkan kekecewaannya karena kucuran dana bailout untuk Bank Century terus membengkak. Kekecewaan itu disampaikan Sri Mulyani saat bersaksi dalam sidang kasus Century dengan terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya di persidangan kasus dugaan korupsi fasilitas pendanaan jangka pendek dan bailout Bank Century.

“Saya terus-menerus masygul, saya sangat kecewa dengan kualitas data dari Bank Indonesia,” kata Sri Mulyani saat bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 2 Mei 2014. (Baca: Bailout 6,7 T, Sri Mulyani: Saya Bisa Mati Berdiri)

BI, kata dia, melaporkan posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Century per 31 Oktober 2008 minus 3,53 persen. Angka CAR itu juga yang dijadikan dasar pertimbangan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada 21 November 2008 dinihari yang memutuskan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. (Baca:Sri Mulyani Tegur Boediono Soal Century)

Sri Mulyani–kala itu menjabat Ketua KSSK–mengatakan, dari penilaian BI, untuk menyelamatkan Century, dibutuhkan Rp 632 miliar agar posisi CAR bisa mencapai 8 persen. Dia memilih opsi itu karena kondisi perekonomian dunia sedang krisis dan untuk mengantisipasi terjadinya krisis kepercayaan masyarakat bila bank itu ditutup.

Namun, pada Senin, 24 November 2008, Sri Mulyani mendapat laporan atau judgment dari BI bahwa CAR Century terus menurun menjadi minus 35,95 persen. Tak hanya itu, LPS dan manajemen baru Century juga melaporkan penyertaan modal membengkak. Pembengkakan itu disebabkan oleh adanya surat-surat berharga milik Century yang dimacetkan oleh BI. (Baca: Sri Mulyani Selamatkan Century Demi Manfaat)

Sri Mulyani kecewa karena BI baru melakukan judgment setelah Century ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik. “Sebagai Menteri Keuangan, saya tahu, yang saya pertaruhkan adalah sistem keuangan. Maka saya minta BI bertanggung jawab secara profesional tentang angka-angka yang diberikan ke KSSK,” katanya.

sumber: http://www.tempo.co/topik/masalah/2696/Kasus-Century

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s