Risiko Strategi

Fadhli Adhitya Ramadhika

20110730080

Bagi perbankan Indonesia pada umumnya, risiko strategik dinilai kurang mendapatkan tempat yang istimewa jika dibandingkan dengan 3 risiko utama lainnya, yaitu: risiko kredit, risiko pasar ataupun risiko operasional. Hal ini disebabkan oleh sifat risiko strategik yang kualitatif dan belum bakunya metodelogi pengukurannya. Namun bukan berarti Bank dapat menganggap remeh risiko ini, karena jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan kerugian yang signifikan bagi Bank dan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan.

Hal ini pernah terjadi pada Midland Bank ditahun 1981 silam. Bank yang berpusat di Inggris raya ini harus menelan kerugian sekitar U$ 1,7 Miliar setelah memperluas bisnisnya, dengan masuk ke bisnis kredit perumahan (yang belum pernah dimiliknya), dengan cara membeli (akuisisi) bank lain (Bank Crocker). Keputusan ini bersifat strategis (sehingga terkait risiko strategis), karena keputusan ini bersifat jangka panjang, pada bisnis yang baru (belum berpengalaman), serta terkait pada permasalahan akuisisi yang kompleks, misalnya masalah perbedaan budaya bisnis di kedua bank tersebut. Dan yang masih segar adalah kasus Goldman Sachs dan Morgan Stanley yang terpaksa menjadi bank komersial setelah gagal akibat merugi di sub-prime mortgage. Dan bukan tidak mungkin kasus Midland Bank, terjadi pada perbankan Indonesia. Bank yang high regulated, tidak bisa menganggap enteng risiko strategik ini.

Risiko Strategi adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi bank yang tidak tepat pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya bank terhadap perubahan eksternal. (Gita Danupranata, Manajemen Perbankan Syariah, hal. 222). Risiko strategik berhubungan dengan keputusan-keputusan bisnis jangka panjang seperti Bisnis mana yang akan dikembangkan, atau bisnis mana yang menjadi prioritas utama, bahkan termasuk bisnis mana yang akan diakuisisi dan bisnis mana yang akan ditutup atau dijual.

Untuk mewujudkan tercapainya tujuan atas strategi yang telah dicanangkan tersebut, dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, kebutuhan sumber daya untuk pencapaian strategi, kualitas implementasi, keterpaduan saluran komunikasi, sistem operasi, jaringan distribusi dan kapasitas serta kemampuan manajerial. Oleh karena itu sebelum risiko strategik menjadi populer seiring populernya merger atau akuisisi Bank dan krisis keuangan global, jangan anggap remeh Risiko Strategik.

avartara.com/jangan-remehkan-risiko-strategik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s